Momen Tahun Baru bagi Seorang Muslim

Oleh Yawme

Momen tahun baru adalah momen yang ditunggu-tunggu. Orang-orang merefleksi kehidupan mereka selama setahun ke belakang dan sekaligus mengevaluasi target-target yang telah dibuatnya di awal tahun. Perenungan tentang telah sejauh apa diri berhasil mencapai apa yang diresolusikan di tahun tersebut, peristiwa-peristiwa apa saja yang mewarnainya, dan apa saja target-target yang belum dapat terealisasi, diantaranya menjadi agenda yang dilakukan dalam momen refleksi akhir tahun. Tidak terkecuali bagi umat Muslim yang biasa mengenalnya dengan muhasabah akhir tahun.

Agenda yang tak kalah ramainya dilakukan pada akhir tahun adalah pesta peringatan dengan nyala petasan serta kembang api dan bunyi terompet hingga tengah malam. Namun, berbeda dengan orang kebanyakan, seorang Muslim tidak mengisi pergantian tahun baik Hijriah maupun Masehi yang sudah sangat dikenal perayaannya oleh orang umum, dengan pesta meriah. Lalu bagaimana seorang Muslim memperingati momen tahun baru, khususnya 2018 yang sebentar lagi tiba?

Bagi seorang muslim, tahun baru tak ubahnya hanyalah tanda bahwa satu tahun lainnya telah berlalu, jatah usia berkurang lagi, dan waktu yang telah dijanjikan semakin dekat. Tentu akan sangat disayangkan kalau kita tidak merencanakan dan mengisinya dengan hal-hal produktif dan bermanfaat. Kamu yang mengaku muslim produktif, sudah merencanakan resolusi terbaik untuk tahun 2018? Yawme merekomendasikan 5 hal ini untuk resolusimu agar tahun 2018-mu terasa lebih bermakna:

1) Tujukan Setiap Amalan untuk Allah

Setiap amalan bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang ia kerjakan. Ingat bahwa sebaik-baik balasan yang bisa didapatkan atas sebuah amal adalah balasan yang datang dari Allah swt, maka kamu akan beramal tanpa pamrih dan senantiasa berusaha meniatkan setiap amalanmu ‘lillah’. Boleh jadi ketika kamu melakukan kebaikan tertentu, tidak ada balasan yang bisa kamu rasakan secara langsung, namun jika harapanmu telah diletakkan pada Allah, balasan di dunia tidak akan menjadi masalah bagimu dan kamu pun bisa terus menerus beramal kebaikan dengan ikhlas.

2) Belajar Mencintai Semua Orang

Mencintai orang lain semata-mata karena Allah dalam praktiknya memang tidak semudah mengetahui teorinya. Manusia dengan begitu banyak kekhilafan dan kesalahannya, butuh kesabaran tak berbatas untuk bisa mencintai dan menerima mereka dengan tulus. Barangkali inilah kenapa dalam sebuah hadits dikatakan, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” Tentu saja karena iman kita hendak menguji kadar diri kita. Jika keimanan kita sudah baik, ia akan mampu menghadirkan rasa cinta dalam diri kita kepada orang lain. Perhatikan bagaimana rasa cinta Rasulullah begitu besarnya pada umat. Mencintai orang lain bisa kamu wujudkan dengan sesederhana menebar senyuman dan salam, senantiasa berprasangka baik, mendoakan kebaikan, serta memberikan hadiah.

3) Hindari Maksiat Sekecil Mungkin

Rasulullah saw berpesan agar umat Muslim selalu menjauhkan diri dari perbuatan yang memicu kemaksiatan. Meningkatkan ketakwaan menjadi cara agar kita terhindar dari perbuatan maksiat. Saat hendak melakukan sesuatu, pertimbangkan dengan matang manfaat dan mudharat dari perbuatan tersebut. Pilih aktivitas-aktivitas yang produktif dan mendekatkan diri kita pada Allah, ingat bahwa waktu adalah amanah yang diberikan oleh Allah agar kita dapat mengisinya dengan penuh tanggung jawab dan tanpa penyesalan.

4) Susun Target-Target Kecil

Target yang besar terlihat sulit dicapai hingga kamu menguraikannya ke dalam target-target kecil. Susun target-target sederhana yang menurut perhitunganmu dapat kamu capai. Uraikan target setahun ke dalam target bulanan, kemudian target pekanan. Tulis sedetail mungkin agar memudahkan kamu dalam mengerjakannya. Buat list dan cek satu persatu. Fitur ceklis dalam aplikasi Yawme bisa membantumu melakukan ini. ;)

5) Menyegerakan Kebaikan

Terakhir, salah satu resolusi yang harus kamu upayakan juga tentu saja adalah menyegerakan kebaikan. Tidak ada alasan bagi seorang beriman untuk menunda perbuatan baik karena di jalan kebaikan, tidak ada keraguan, dan kita akan selalu bisa memohon petunjuk dari Allah swt. Memang Allah tidak menjamin bahwa jalan kebaikan yang kita tempuh akan lurus dan penuh taman bunga, namun berpikirlah tentang apa yang akan kita temui di ujung jalan nanti jika kita sabar menempuhnya. Ingat bahwa pada akhirnya kita semua akan kembali ke kampung halaman kita. Maka penting untuk menyegerakan kebaikan yang bisa kita lakukan saat ini juga karena kita tidak pernah tahu kapan Allah akan menjemput kita. Jadi, tunggu apa lagi?

Semoga Allah swt meliputi tahun 2018 kita dengan penuh barakah ☺